Rabu, 02 November 2011

Enam Jenis Hubungan Asmara


 


VIVAnews - Merasa seperti seorang ibu yang mengasuh anak laki-lakinya, padahal Anda berada dalam sebuah hubungan yang serius? Atau Anda merasa seperti kucing dan anjing yang selalu bertengkar namun tetap mencintai? Disadari atau tidak, kebanyakan dari kita mengambil peran yang telah ditentukan dalam hubungan.

Jenis hubungan yang Anda jalani sebagian besar dipengaruhi oleh pengalaman. "Kerap kali, kita berpikir sebuah hubungan baru adalah halaman baru dalam hidup dan selalu mengatakan akan menjalaninya sesuai keinginan," ujar Val Sampson, seorang konselor pernikahan, dikutip Daily Mail.

Namun kenyataannya, ia menambahkan, kita menyerap informasi yang terjadi di dalam keluarga seperti spons menyerap air ketika kita masih kanak-kanak. Pengalaman itulah yang meyebabkan Anda menciptakan kembali peran ayah dan ibu dalam kehidupan pribadi Anda.

Memahami pengaruh ini dalam membentuk jenis hubungan dapat membantu Anda menghindari siklus negatif dalam hubungan tersebut. Dengan keunikan yang terjalin, para ahli mengidentifikasikan enam jenis hubungan asmara:

1. Kucing dan Anjing
Seperti namanya, jenis hubungan ini selalu diwarnai pertengkaran baik di ruang pribadi maupun di ruang publik. "Mereka dapat saling berteriak di depan banyak orang. Dan ketika orang terdekat bertanya mengapa tidak berpisah, mereka akan menganggap hal tersebut hal yang mustahil," ujar psikolog Avi Shmueli.

Jenis pasangan ini tertarik satu sama lain karena mereka menikmati siklus bertengkar hebat kemudian bermesraan yang kerap kali disertai dengan gairah bercinta. "Tetapi hubungan akan menadi layaknya neraka jika salah satu pasangan
berselingkuh atau merusak kepercayaan," ujar psikolog hubungan Susan Quilliam.

Karena, pertengkaran dipenuhi dengan rasa ketidakamanan yang memudahkan perpecahan.

2. Kejar Daku Kau Kutangkap
Jenis hubungan ini digambarkan dengan salah satu dari pasangan mengejar dan mencoba untuk selalu memberikan perhatian dan kasih sayang. "Salah satu berpura-pura tidak tahu, sedangkan yang lainnya menikmati proses pengejaran," ujar Susan Quilliam.

Pasangan ini kerap bergantian memerankan si pengejar dan si pembuat jarak. Salah satu mungkin akan memperlihatkan kehilangan ketertarikan. Yang membuat pasangan ini lengket adalah ketakutan terlihat sangat membutuhkan. Sejalan dengan hal tersebut, mereka dapat dengan mudah mengembangkan rasa saling ketergantungan.

3. Ibu dan Anak
Salah satu dari pasangan merasa bertanggung jawab mengurus pasangannya yang mereka anggap kurang mampu. Jenis hubungan ini kerap berkembang setelah mereka memiliki anak. Namun, hubungan tersebut juga dapat terjadi ketika salah satu pasangan merasa rapuh, misalnya ketika mereka sakit atau kehilangan pekerjaan mereka.

"Pasangan yang berperan seperti orangtua menemukan ketertarikan karena mereka merasa bahwa dengan merawat pasangannya, mereka menemukan tujuan hidup," ujar Susan Quilliam.

Sedangkan, pasangan yang berperan sebagai anak mungkin memiliki kurangnya kepercayaan diri atau memiliki jarak ekonomi (kekuatan) yang berbeda. Mereka akan merasa lumpuh dalam mengambil bagian sebagai pembuat keputusan.

4. Idola dan Penggemar
Salah satu pasangan sangat sempurna dan dipuja banyak orang, sedangkan yang lainnya memuja mereka.

Mungkin hal ini dapat berhasil di dunia nyata, namun mereka yang memerankan sebagai penggemar dapat meningkatkan kepercayaan diri pasangannya. Dalam beberapa kasus, sang idola dapat mengatakan dengan mudah tidak akan berpaling dan akan selalu mencintai pasangan mereka.

Jenis hubungan ini dapat berumur pendek karena tidak ada ruang untuk berkembang dengan baik. "Ini seperti sang idola memiliki serangkaian hubungan singkat dengan beberapa penggemarnya. Jika sang idola sudah merasa bosan, dia akan mencari sesorang yang dianggapnya lebih baik," ujar Susan Quilliam.

5. Senasib Sependeritaan
Pasangan ini terlihat dapat berbagi apapun, dari pendapat, hobi, hingga pakaian. Mereka adalah dua individu yang memiliki kesamaan besar satu sama lain. "Pola ini biasanya ditemukan dalam hubungan baru di mana keduanya merasa tidak aman karena luka masa lalu," ujar Quilliam.

Pasangan ini terlihat memiliki ikatan yang sangat kuat. Namun, mereka bisa terlalu fokus satu sama lain sehingga akan sulit bagi orang lain memasuki kehidupan mereka, termasuk teman atau bahkan anak-anak mereka.

Kehidupan seks pasangan ini mungkin juga menjadi salah satu masalah karena mereka sangat sedikit mendapatkan percikan perbedaan yang berfungsi menciptakan gairah. Namun memang, bagi pasangan ini seks bukanlah yang terpenting. Yang terpenting adalah merasakan keamanan saat berada di sisi pasangan yang mereka cintai.

6. Hubungan dewasa
Jenis hubungan ini termasuk hubungan fungsional antara dua orang dewasa yang merasa nyaman dengan perbedaan mereka dan konflik pun jarang terjadi. "Jenis pasangan ini terlihat sangat ideal. Namun, harus berhati-hati karena tidak adanya spontanitas makan, tidak adanya tantangan dalam hubungan," ia menambahkan.

Keduanya tidak akan menghadapi sisi gelap mereka sehingga percikan dalam hubungan pun sangat sedikit terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar